Wednesday, December 3, 2014

Stop Bullying, Spread The Love!


Kita pasti sudah tidak asing dengan kata bullying. Sebenarnya apa sih bullying itu? Kami mewawancarai beberapa mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta yang sempat mengalami bullying. Berikut tanggapan mereka...

 

Well, menurut Victorian Department of Education and Early Childhood Developmentbullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psikologis, mengancam properti, reputasi, atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus. 

Biasanya, orang yang mem-bully adalah orang yang close-minded. Misalnya, orang yang tidak mau berteman dengan orang berkulit gelap, atau orang yang LGBT (lesbian, gay, bisexual, transgender), atau orang yang membeda-bedakan sesamanya berdasarkan SARA.

Bullying itu sendiri terbagi dalam 3 kategori. Yang pertama bullying fisik. Contohnya memukul, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik, memelototi, dan mencuri barang. Kedua, ada bullying psikologis. Yang termasuk dalam bullying ini ialah menyebarkan gossip, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain untuk mengasingkan secara sosial, dan menghancurkan reputasi seseorang. Terakhir, ada bullying verbal. Contohnya adalah menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memangil dengan julukan dan ketidakmampuan.


Bullying itu bisa terjadi kapan pun, oleh siapa pun, dan dimana pun. Diantaranya, di tempat yang jauh dari pengawasan orang dewasa. Seperti di kamar mandi, sekolah, kampus, lorong kelas, dan tempat bermain. Keluarga kita sendiri pun bisa menjadi pelaku bullying, lho. Jadi, jangan kamu pikir kamu bisa aman begitu saja, sekalipun kamu berada di lingkunganmu sendiri.

Dalam kasus bullying, ada 3 pihak yang berperan di dalamnya. Pelaku, korban, dan saksi. Ketiga peran inilah yang akan mengalami dampak dari bullying itu sendiri.
Dari segi pelaku,
  • Bullying yang terjadi pada satu tingkat pendidikan, akan menjadi penyebab perilaku kekerasan pada jenjang pendidikan berikutnya
  • Pelaku cenderung berperilaku agresif dan terlibat dalam gang serta aktivitas kenakalan
  • Pelaku rentan terlibat kasus kriminal menginjak usia remaja
Dari segi korban,
  • Memiliki masalah emosi, akademik, dan perilaku jangka panjang
  • Cenderung memiliki harga diri yang rendah, lebih merasa tertekan, suka menyendiri, cemas dan tidak aman
  • Bullying menimbulkan berbagai masalah, seperti tidak suka sekolah, membolos, dan drop out.
Dari segi saksi,
  • Mengalami perasaan yang tidak menyenangkan, dan mengalami tekanan psikologis yang berat
  • Merasa terancam, dan ketakutan akan menjadi korban selanjutnya
  • Mengalami prestasi yang rendah di kelas karena perhatian masih terfokus pada bagaimana cara menghindari target bullying



So, setelah tahu efek-efek dari bullying yang tidak ada positifnya sama sekali, mendingan kita semua jauh-jauh deh dari bullying. Lebih baik kita jadi orang yang cinta damai dan menjadi pribadi yang lebih menghargai orang lain.
Bagi kamu yang pernah mem-bully seseorang, sebaiknya segera meminta maaf dan perbaiki cara hidupmu. Misalnya dengan melakukan kegiatan positif. Perbanyaklah bertemu dengan teman-teman dan keluarga. Karena dengan perhatian yang lebih, kamu akan merasakan kasih sayang dan akan merubah cara berpikirmu yang cenderung ingin 'menyakiti' orang lain.
Dan bagi kamu yang merupakan korban bullying, please stand up and speak up your mind. Kamu punya hak untuk melaporkan hal tersebut. Bullying bukan hal sepele, lho. Jadi, selamatkan dirimu sendiri. Sometimes, you are your own hero.


Stop bullying, spread the love!

Angelina Kristiana / 2013-022-014
Gerry Gunawan / 2013-022-042
Clara Cynthia Devi / 2013-022-053


0 comments: